Satu Abad GPM Gatik, Gubernur Maluku Tebar Pesan Persaudaraan

🔊 Dengarkan BeritaSiap membacakan berita

POSTINGAN.ID-AMBON, Perjalanan 100 tahun Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Galala Hative Kecil (Gatik) menjadi bukti nyata pentingnya merawat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.​

Hal tersebut disampaikan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, usai membuka peringatan satu abad Jemaat GPM Gatik yang berlangsung di Ambon, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, momentum sejarah ini membuktikan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk membangun kehidupan yang harmonis.​“100 tahun Gatik, sesungguhnya adalah 100 tahun lahir di tengah persaudaraan. Para pendahulu kita mengajarkan untuk mengalahkan ego dan saling menerima demi sesuatu yang lebih besar, yaitu kasih Kristus dan persaudaraan,” ujar Hendrik.

​Sejak berdiri pada 2 September 1926, penyatuan Galala dan Hative Kecil telah memperlihatkan bahwa kebersamaan dapat terwujud ketika semua pihak mau mengedepankan kepentingan bersama.

Nilai historis ini diharapkan menjadi teladan bagi masyarakat Maluku dalam menjaga ikatan orang basudara.​

Hendrik menegaskan, kemajuan Maluku tak cukup hanya ditopang oleh pembangunan infrastruktur fisik, melainkan juga pembangunan karakter dan kepercayaan antarsesama.

Gereja dinilai memiliki peran strategis untuk bersinergi bersama pemerintah dalam mewujudkan hal tersebut.

​“Pembangunan di Maluku bukan hanya tentang membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun manusia, kepercayaan, dan kebersamaan,” tegasnya.​

Memasuki abad yang baru perjalanan GPM Gatik, Hendrik mengajak seluruh warga jemaat untuk terus menerjemahkan semangat toleransi dan kasih dalam kehidupan sehari-hari demi masa depan daerah yang lebih berkelanjutan.

Untuk diketahui acara tersebut turut dihadiri oleh Presidium PGI Pdt. Jacky Manuputty, Ketua MPH Sinode GPM beserta jajaran, unsur Forkopimda Maluku, Walikota Ambon, pimpinan DPRD, para tokoh adat dan raja negeri, serta warga jemaat setempat.(*)

👁 2 dilihat💬 0 komentar2 menit baca