POSTINGAN.ID-SOFIFI, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (DJK) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggandeng PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) serta pemerintah daerah setempat.
Kolaborasi ini berfokus pada percepatan perluasan jangkauan Program Listrik Perdesaan (Lisdes) di wilayah Provinsi Maluku Utara.
Langkah ini direalisasikan melalui forum Sinkronisasi Usulan Lokasi Lisdes, Permintaan Persetujuan Daerah, serta Fasilitasi Penyediaan Lahan dan Perizinan.
Agenda ini menghadirkan jajaran DJK ESDM, manajemen PLN UIW MMU, hingga jajaran pimpinan daerah kabupaten/kota se-Maluku Utara.
Melalui program Lisdes, infrastruktur kelistrikan bakal dibangun di 44 titik lokasi mencakup 43 lokasi PLTS Komunal dan 1 lokasi PLTS terintegrasi jaringan distribusi dengan target sasaran mencapai 1.287 rumah tangga.
General Manager PLN UIW MMU, Dony Noor Gustiarsyah, menegaskan pentingnya penyamaan persepsi sejak dini, terutama mengenai status lahan (clear and clean) serta kemudahan izin di kawasan khusus.
“Program Lisdes ini merupakan salah satu upaya PLN dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, khususnya di desa-desa yang belum berlistrik. Melalui pemanfaatan PLTS yang dilengkapi dengan baterai penyimpanan energi, energi matahari yang dihasilkan pada siang hari dapat disimpan dan dimanfaatkan pada malam hari untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggan,” ujar Dony, Kamis (24/9/2026).
Ia menambahkan, keterlibatan aktif pemerintah daerah menjadi kunci utama kelancaran pembebasan lahan, penanganan tanaman produktif warga, hingga perizinan kawasan hutan lindung maupun hutan produksi.
“Kami melihat antusiasme dan dukungan yang besar dari pemerintah kabupaten dan kota terhadap Program Lisdes ini. Melalui sinergi yang terbangun, kami berharap kebutuhan lahan dapat diselesaikan bersama dengan solusi terbaik, termasuk penyelesaian terhadap tanaman produktif masyarakat yang berada pada lokasi pembangunan,” kata Dony.
Dony berharap kolaborasi lintas instansi ini mempercepat proses fisik di lapangan agar manfaat energi terbarukan segera dirasakan secara merata.
“Kami memohon dukungan seluruh pihak, khususnya pemerintah daerah, untuk membantu proses penyediaan lahan, koordinasi kawasan, serta penyelesaian perizinan. Dengan lokasi yang sudah clear and clean, proses pembangunan dapat dilakukan lebih efektif dan manfaat listrik dapat segera dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Pemerataan akses listrik ini diyakini tidak sekadar menerangi pemukiman warga, melainkan menjadi stimulus pembangunan ekonomi, kualitas pendidikan, hingga fasilitas kesehatan di daerah terpencil.
“Listrik bukan hanya menghadirkan penerangan, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan masyarakat melalui peningkatan aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan berbagai sektor lainnya. PLN berkomitmen terus berkolaborasi untuk menghadirkan energi bagi masyarakat Maluku Utara,” tutup Dony.(*)








