Isu LHKPN Melonjak, Gubernur Maluku: Kekayaan Saya Malah Berkurang

🔊 Dengarkan BeritaDibacakan langsung oleh browser — tanpa API key
0:000:00

POSTINGAN.ID-​AMBON, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menepis tuduhan yang menyebut kekayaan pribadinya melonjak setelah menduduki jabatan kepala daerah.

Hendrik menegaskan tidak ada kepemilikan aset baru yang ia dapatkan sejak memimpin Maluku. Porsi finansial pribadinya justru berkurang lantaran sering dialokasikan untuk menyokong kebutuhan masyarakat dan berbagai lembaga.​

Hendrik membeberkan bahwa Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang terdaftar saat ini pada dasarnya adalah pembaruan atas data awal yang sempat dihimpun oleh tim pemenangannya waktu berlaga di Pilkada.

​“LHK saat ini adalah laporan perubahan terhadap LHK sebelumnya yang dibuat oleh Tim Pemenangan HL waktu maju sebagai CAGUB Maluku 2025,” kata Hendrik, Kamis (10/9/2026).​

​Ia meluruskan bahwa peningkatan nominal pada laporan finansial tersebut bukan dipicu oleh pembelian properti anyar, melainkan akibat eskalasi harga pasar atas aset yang sudah lama dimiliki.​

“Tanah yang dibeli 10 tahun lalu pasti nilainya berubah sekarang,” ujarnya.​

Di samping faktor kenaikan harga tanah, terdapat beberapa kepemilikan pribadi lama yang belum sempat terdata pada periode sebelumnya akibat kendala teknis administrasi.

Padahal, aset tersebut sudah dikuasainya jauh sebelum mengemban amanah sebagai Anggota DPR RI maupun Gubernur Maluku. Ia menjamin seluruh daftarnya kini telah teregistrasi secara transparan di portal resmi e-LHKPN KPK RI.​

​Hendrik pun menantang pihak-pihak yang melontarkan tuduhan untuk menyajikan data valid di lapangan terkait dugaan penambahan harta secara tidak wajar.​

“Silahkan buktikan harta kekayaan Gub HL yang diperoleh setelah menjadi Gubernur. Tidak ada tambahan aset pribadi apapun,” tegasnya.​

Untuk operasional sehari-hari, Hendrik murni mengandalkan sarana kedinasan milik Pemprov Maluku, mulai dari kendaraan hingga rumah jabatan. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi tanpa bukti yang berpotensi membawa konsekuensi pidana.​

“Jangan sebarkan kebencian dan keculasan ke publik tanpa alasan karena akan berakibat hukum jika tidak dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.​

Hendrik mengingatkan rekam jejaknya yang panjang di panggung politik Maluku, termasuk lima kali berlaga dalam ajang pemilihan Caleg DPR RI hingga Pilkada Gubernur.

Pengalaman itu membuktikan kapasitas finansialnya yang telah terbentuk secara wajar jauh sebelum menjabat.​

“Pertarungan politik demikian banyak memangnya modal dengkul? Yang benar sajalah,” ujarnya.​

Kendati demikian, ia menepis anggapan menjadikan kekuasaan sebagai alat memperkaya diri.

Hendrik memilih hidup proporsional dan mendedikasikan pengabdiannya bagi Bumi Raja-Raja.​

“HL adalah politisi yang tidak kaya tapi juga tidak melarat,” katanya.​

Menanggapi ragam sindiran dan tudingan miring yang mengarah kepadanya, Hendrik memilih untuk tidak responsif secara emosional dan fokus pada kerja nyata.​

“Saya buktikan dengan membalas bekerja yang baik untuk kebaikan Maluku,” pungkasnya.(*)

👁 5 dilihat💬 0 komentar2 menit baca