Gubernur Maluku Minta UMKM Go Digital

Sekda Maluku Sadali ie membacakan arahan Gubernur Maluku terkait penguatan dan digitalisasi UMKM pada pembukaan Maluku Manggurebe 2026 di Ambon, Jumat (9/10/2026). (Foto: Istimewa/postingan.id)
🔊 Dengarkan BeritaDibacakan langsung oleh browser — tanpa API key
0:000:00

POSTINGAN.ID-AMBON, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mendorong para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal untuk membenahi kualitas produk, memperluas jangkauan pasar, dan memanfaatkan teknologi digital agar sanggup bersaing di tingkat nasional maupun global.

​Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja baru, serta mendongkrak level kesejahteraan masyarakat Maluku.

​Pesan tersebut disampaikan lewat sambutan tertulis Gubernur yang dibacakan Sekretaris Daerah Maluku, Sadali ie, saat membuka ajang Maluku Manggurebe 2026 di Taman Pattimura, Ambon, Jumat (9/10/2026).

​Agenda tahunan garapan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku ke-6 ini mengusung tema “Manggurebe Mendorong Kreativitas dan Inovasi UMKM untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berdaya Tahan”.

​Dalam paparan tertulisnya, Gubernur mengungkapkan bahwa ekonomi Maluku berhasil tumbuh 5,31 persen secara tahunan (year-on-year) pada triwulan II 2026. Angka ini meningkat dari triwulan sebelumnya yang berada di posisi 5,16 persen.

​Ia menegaskan, tren positif ini wajib disokong oleh sektor-sektor produktif yang berdampak langsung ke masyarakat, salah satunya via penguatan UMKM.

​“UMKM memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja, mengembangkan kreativitas masyarakat, serta meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah,” kata Gubernur.

​Berbagai potensi lokal seperti hasil laut, pala, cengkeh, kelapa, olahan pangan, kerajinan, hingga wastra khas Maluku perlu terus dipoles agar memiliki nilai jual tinggi dan daya saing kuat.

​Gubernur juga menyoroti pentingnya adopsi pemasaran digital serta sistem pembayaran nontunai. Transformasi digital dianggap menjadi kunci bagi UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan efisiensi bisnis.

​Penguatan ekosistem UMKM ini, lanjutnya, membutuhkan sinergi erat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, sektor perbankan, pelaku usaha, akademisi, hingga komunitas.

​“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk hadir meramaikan dan memberikan dukungan kepada para pelaku UMKM dengan membeli, menggunakan, dan memperkenalkan produk-produk Maluku,” tutur Gubernur menutup sambutannya.(*)

👁 3 dilihat💬 0 komentar⏱ 2 menit baca📅 Terbit 9 Oktober 2026