Keluarga Desak Usut Dugaan Penganiayaan Pratu Andi

Kondisi Pratu Andi Syarif Bugis saat mendapat perawatan medis intensif di RSUD Bintuni, Sabtu (10/10/2026). Pihak keluarga meminta usut tuntas penyebab luka dan hilangnya kesadaran korban. (Foto: Istimewa)
🔊 Dengarkan BeritaDibacakan langsung oleh browser — tanpa API key
0:000:00

POSTINGAN.ID-BINTUNI, Pihak keluarga mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan penganiayaan yang menimpa Pratu Andi Syarif Bugis di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.

Hingga Sabtu (10/10/2026), prajurit TNI tersebut dilaporkan masih tak sadarkan diri dalam perawatan medis di RSUD Bintuni.

​“Hingga kini, adik saya masih belum sadarkan diri dan menjalani perawatan di RSUD Bintuni,” ungkap perwakilan keluarga korban berinisial E, Sabtu (10/10/2026).

​Pratu Andi Syarif Bugis merupakan prajurit asal Desa Tehua, Kecamatan Teluti, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Ia bertugas di kesatuan Brigif 26/Gurana Piarawaimo, Bintuni.

​Menurut informasi yang diterima keluarga, insiden tersebut terjadi pada 3 Oktober 2026 sekitar pukul 14.00 WIT. Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani oleh Polisi Militer (POM) Bintuni dalam tahap penyelidikan.

​Pihak keluarga berharap proses hukum berjalan secara independen dan transparan guna menguak fakta sebenarnya.

​“Kami, keluarga, meminta agar proses hukum dilakukan secara serius, objektif, dan menyeluruh guna memastikan penyebab kejadian serta mengungkap kemungkinan adanya pelanggaran hukum,” tegas E.

​Secara khusus, keluarga memohon agar POM Pusat dan POM Kodam XVIII/Kasuari turut mengawal penanganan perkara ini demi menjamin kepastian hukum.

​Keluarga turut mempertanyakan klaim awal dari seorang Komandan Regu (Danru) via telepon yang menyebut korban mengalami keracunan alkohol.

Pasalnya, fisik korban menunjukkan luka lebam di beberapa bagian tubuh, sehingga pemeriksaan medis menyeluruh (visum/otopsi) sangat diperlukan.

​Saat ini, orang tua Pratu Andi telah berada di Bintuni untuk mendampingi sang anak sekaligus mengawal perkembangan penyelidikan.

Keluarga menegaskan bahwa fokus utama mereka adalah kesembuhan korban dan tuntasnya penegakan hukum bagi siapa pun yang terbukti melanggar aturan.(*)

👁 1 dilihat💬 0 komentar⏱ 2 menit baca📅 Terbit 10 Oktober 2026