Bahaya Ozon, Kualitas Udara Ambon Kian Mengkhawatirkan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, Apries B. Gasperzs.
🔊 Dengarkan BeritaDibacakan langsung oleh browser — tanpa API key
0:000:00

POSTINGAN.ID-AMBON, Kualitas udara di Kota Ambon masuk dalam kategori rawan dan perlu diwaspadai. Berdasarkan catatan Sistem Pemantauan Kualitas Udara Ambien (SPKUA) Ambon pada Minggu (4/10/2026) pukul 11.00 WIT, konsentrasi ozon permukaan (O₃) terdeteksi telah melampaui ambang batas baku mutu yang ditetapkan.

​Fenomena ini dipicu oleh musim kemarau panjang yang mengondisikan maraknya kebakaran lahan di beberapa area Pulau Ambon.

​Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, Apries B. Gasperzs, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan meski parameter pencemar udara lainnya terpantau masih di bawah ambang batas.

​“Paparan ozon dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan iritasi tenggorokan dan saluran pernapasan, batuk, nyeri dada saat menarik napas dalam, hingga sesak napas. Sehingga harus diwaspadai,” ujar Apries di Ambon.

​Secara khusus, ia menekankan perlindungan ekstra bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan sangat disarankan apabila kualitas udara terus memburuk.

​Di samping itu, DLHP menegaskan agar warga menghentikan kebiasaan membakar sampah, daun kering, maupun pembukaan lahan secara terbuka.

Polusi asap dari pembakaran tersebut dipastikan bakal memperparah kondisi udara dan mempertinggi risiko kesehatan publik.

​“Kewaspadaan masyarakat dinilai penting seiring masih berlangsungnya kondisi kemarau dan munculnya kebakaran lahan di sejumlah wilayah Pulau Ambon,” tandasnya.(*)

👁 2 dilihat💬 0 komentar⏱ 1 menit baca📅 Terbit 4 Oktober 2026
AI NEWS COMPANION

Sudah baca beritanya?

Gunakan AI untuk memahami inti berita atau uji pemahamanmu lewat kuis singkat.

Powered by Gemini
RINGKASAN CERDAS

Dapatkan inti berita dalam satu tampilan

Gemini merangkum berdasarkan isi artikel ini.

AI dapat membuat kesalahan. Gunakan artikel asli sebagai rujukan utama.