Bahlil Targetkan Ekspor Nikel US$45 Miliar 2026

Menteri ESDM sekaligus Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia.
🔊 Dengarkan BeritaDibacakan langsung oleh browser — tanpa API key
0:000:00

POSTINGAN.ID-TANGERANG, Pemerintah optimistis nilai pengapalan nikel nasional ke pasar dunia mampu menyentuh angka minimal US$45 miliar pada 2026. Loncatan target ini dipacu oleh konsistensi kebijakan hilirisasi mineral domestik yang kian solid.

​Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, saat membuka ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Tangerang, Rabu (14/10/2026), mewakili Presiden RI Prabowo Subianto.

​Bahlil menegaskan, pengolahan bahan mentah di dalam negeri merupakan fondasi utama dalam menggenjot nilai jual sumber daya alam sekaligus memperkokoh ketahanan ekonomi nasional.

​“Hilirisasi merupakan kunci untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional,” ujar Bahlil.

​Komoditas nikel menjadi bukti nyata keberhasilan transformasi industri ini. Sebelum kebijakan larangan ekspor bijih nikel diberlakukan, nilai ekspor sektor ini hanya berkisar US3,3 miliar pada kurun 2017–2018. Angkanya kemudian melonjak drastis hingga menyentuh US34 miliar pada 2023, dan menembus lebih dari US$40 miliar pada 2025.

​Menurut Bahlil, multiplier effect dari hilirisasi tidak sekadar menambah devisa ekspor atau mendirikan fasilitas pengolahan (smelter). Program ini terbukti mampu memperluas lapangan kerja, menggerakkan pengusaha lokal, mempercepat transfer teknologi, hingga memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

​Peta Jalan Hilirisasi US$618 Miliar
​Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah telah menyusun master plan hilirisasi nasional hingga tahun 2040 dengan mematok target investasi mencapai US$618 miliar.

​Cakupan hilirisasi tidak lagi terbatas pada sektor mineral dan batu bara, melainkan diperluas hingga ke sektor migas, kehutanan, kelautan-perikanan, serta pertanian.

​“Saya ingin menyampaikan bahwa master plan ke depan hilirisasi Indonesia pada tahun 2040 target kita mencapai 618 miliar USD,” ungkap Bahlil.

​Langkah terintegrasi lintas sektor ini diharapkan mampu memperluas basis industri, menaikkan daya saing produk domestik, dan memberikan dampak ekonomi secara langsung bagi masyarakat luas. Kesuksesan pada sektor nikel kini menjadi acuan utama pemerintah untuk mengakselerasi target besar tersebut.(*)

👁 3 dilihat💬 0 komentar⏱ 2 menit baca📅 Terbit 14 Oktober 2026