Di Era Presiden Prabowo Dan Gubernur Lewerissa, Maluku Jadi Prioritas Pembangunan

SEMANGAT KADER: Gubernur Maluku sekaligus Ketua DPD Partai Gerindra Maluku, Hendrik Lewerissa, bersama jajaran pimpinan dan peserta Diklat Laskar Partai Gerindra Maluku menyerukan semangat kebersamaan di Kampus Universitas Darussalam, Tulehu, Maluku Tengah Selasa (29/9/2026)
🔊 Dengarkan BeritaDibacakan langsung oleh browser — tanpa API key
0:000:00

Sebanyak 300 kader dari 11 kabupaten/kota berkumpul di lapangan Kampus Universitas Darussalam, Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah, untuk mengikuti pembukaan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Laskar Partai Gerindra Maluku.

​Acara dibuka oleh Ketua DPD Partai Gerindra Maluku sekaligus Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, S.H., LL.M. Hadir pula Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, pimpinan DPRD, jajaran DPC, serta perwakilan DPP Partai Gerindra.

Penyematan tanda pengenal peserta secara simbolis menjadi penanda dimulainya diklat.​Dalam arahannya, Hendrik Lewerissa menegaskan ketegasan Presiden Prabowo Subianto dalam memimpin perubahan besar bagi bangsa dan daerah.

​“Selama ini tidak ada presiden yang berani melawan oligarki. Mereka bekerja bersama mereka. Presiden Prabowo adalah yang pertama berdiri tegak melawan praktik-praktik yang merugikan bangsa. Beliau berjuang mengembalikan ribuan triliun uang rakyat yang disalahgunakan dan dibawa ke luar negeri dan itu kini terbukti,” tegas Hendrik.

Usai membangun RS Daerah Tipe C 3 lantai di Namlea pada 2025, Presiden Prabowo memerintahkan pembangunan 5 RS Tipe C sekaligus pada 2026 di Namrole, Tiakur, Saumlaki, Dobo, dan Maluku Tenggara.​

“Bayangkan, Lima rumah sakit modern sekaligus. Siapa yang pernah lakukan ini untuk Maluku?” ujar Hendrik. Selasa (29/9/2026).

Selain kesehatan, revitalisasi SMA, SMK, dan SLB terus dipacu, berdampingan dengan program Makan Bergizi Gratis guna menjamin kecukupan nutrisi generasi muda.​

“Nutrisi adalah pembentuk sel otak. Tanpa gizi cukup, mustahil kita lahirkan generasi tangguh yang mampu bersaing dengan Vietnam, Thailand, Tiongkok, Jepang, atau Korea,” jelasnya.​

Ia pun meminta seluruh kader bijak dan aktif mengawal keterlaksanaan program di lapangan.

​“Satu, dua kasus jangan dijadikan bahan serangan di media sosial. Itu bukan kader Gerindra. Tugas kalian mengawal, melaporkan, memperbaiki bukan merusak,” pesan Hendrik.

Program Kampung Nelayan Merah Putih melonjak dari 2 unit (2025) menjadi 79 unit (2026). Sementara program Bedah Rumah Tidak Layak Huni melesat dari 81 unit (2025) menjadi 7.227 unit (2026), dan diproyeksikan menembus 10.000 unit tahun depan.​

Menutup pengarahannya, Gubernur menegaskan komitmen pengabdiannya bagi masyarakat.

“Beta tetap fokus bekerja untuk rakyat. Kalau ada orang di luar sana yang syahwat kekuasaannya sudah melebihi rasionalitas itu urusan mereka, bukan urusan saya. Saya mau fokus melayani dan memajukan Maluku di tengah situasi dunia yang tidak mudah ini,” tutupnya.​

Diklat Laskar Gerindra ini dirancang untuk membentuk kader disiplin, jujur, dan tangguh yang setia mengawal program pembangunan sampai ke masyarakat.(*)

👁 29 dilihat💬 0 komentar⏱ 2 menit baca📅 Terbit 1 Oktober 2026