Gubernur Maluku Dorong Penguatan Kapasitas Kepala Sekolah

Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, saat memberikan arahan dan meresmikan pembukaan kegiatan Coaching Clinic serta pembekalan Kepala Sekolah yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku. (Foto: Dok. Istimewa)
🔊 Dengarkan BeritaDibacakan langsung oleh browser — tanpa API key
0:000:00

POSTINGAN.ID-AMBON, Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) terus berupaya meningkatkan mutu serta pemerataan kualitas pendidikan di wilayah kepulauan.

Salah satu langkah konkrit yang diambil yakni melalui peluncuran program Coaching Clinic dan pembekalan bagi para kepala sekolah.

​Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menegaskan bahwa kualitas pendidikan yang baik tidak tercipta secara instan, melainkan hasil dari tata kelola yang konsisten dan berkelanjutan.

​Ia tak menampik bahwa kondisi geografis Maluku menjadi tantangan tersendiri, mulai dari akses pelayanan, distribusi guru, kesenjangan mutu, hingga fasilitas pendukung. Namun, pemerintah telah menyiapkan langkah taktis untuk mengatasi persoalan tersebut.

​“Yang paling penting adalah, setelah mengidentifikasi masalah, Pemerintah harus memiliki rencana untuk jalan keluar atau solusi terhadap masalah ini. Kegiatan Coaching Clinic dan peningkatan kapasitas kepala sekolah ini adalah salah satu bentuk rencana yang kita terapkan atau kita eksekusikan,” ujar Hendrik, Senin(12/8/2025) usai meluncurkan program tersebut.

​Ia menambahkan, kepala sekolah perlu terus mendapatkan pelatihan (upgrading) agar memiliki jiwa kepemimpinan dan kapasitas yang mumpuni dalam mengelola satuan pendidikan.

​“Sebab bagaimana bisa mendapat kepala sekolah yang memiliki kemampuan leadership yang baik, punya kapasitas mumpuni untuk memimpin sekolah, kalau kepala sekolah sendiri tidak kita latih atau upgrading dia. Coaching Clinic ini adalah salah satu cara Dinas Pendidikan Provinsi Maluku untuk meningkatkan kapasitas,” ungkapnya.

​Melalui peningkatan kapasitas tersebut, Hendrik berharap para kepala sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB dapat menerapkan tata kelola sekolah yang optimal. Hal ini dinilai penting agar siswa tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter dan integritas yang kuat.

​Selain itu, Hendrik menekankan pentingnya pemerataan kualitas pendidikan agar tidak hanya terpusat di Kota Ambon. Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen memperkecil kesenjangan pendidikan di 10 kabupaten/kota lainnya di Maluku melalui kolaborasi erat antara pemerintah provinsi, pemerintah daerah, akademisi, media, serta pihak swasta.

​“Kami mohon dukungan dan topangan dari semua pihak karena dunia pendidikan ini tidak mungkin hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah saja, tapi tanggung jawab kolaborasi bersama,” harapnya.

​Mengakhiri penyampaiannya, Gubernur menegaskan komitmennya untuk terus memprioritaskan pembenahan layanan dasar bagi masyarakat Maluku.

​“Saya sebagai Gubernur akan tetap memajukan dunia pendidikan, kesehatan, dan pelayanan dasar lain untuk masyarakat Maluku,” pungkas Hendrik.(*)

👁 2 dilihat💬 0 komentar⏱ 2 menit baca📅 Terbit 12 Oktober 2026