Kapolres SBT Pimpin Langsung Pemadaman Kebakaran Gambut Bula

Petugas kepolisian berjibaku memadamkan titik api dan asap tebal yang melanda kawasan lahan gambut di Kecamatan Bula Barat. Polres SBT mengerahkan personel gabungan serta armada Armoured Water Cannon (AWC) guna mencegah api meluas ke area sekitarnya. (Dok. Istimewa)
🎧 Dengarkan KaryaMenyiapkan suara bahasa Indonesia…
0:00Siap diputar

Kualitas suara mengikuti pilihan suara yang tersedia di perangkat atau browser Anda.

POSTINGAN.ID-BULA, Personel Kepolisian Resor Seram Bagian Timur (SBT) bergerak cepat menanggulangi kebakaran lahan gambut seluas sekitar 10 hektare di Desa Administratif Sumber Agung, Kecamatan Bula Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, Senin (19/10/2026).

Aksi penanganan darurat ini dipimpin langsung oleh Kapolres SBT, AKBP Ricky Pranata Vivaldy, guna memadamkan kobaran api yang membakar kawasan hutan dan lahan warga.

Peristiwa karhutla tersebut pertama kali diketahui berkat laporan warga sekitar pukul 12.35 WIT. Mengingat titik api berada hanya 50 meter dari akses jalan lintas antarkabupaten, jajaran Polres SBT langsung mengerahkan armada Armoured Water Cannon (AWC) untuk melokalisasi pergerakan api.

Saksi mata di lokasi, Hadi Jaya (47), menuturkan bahwa titik api mendadak muncul dari perut lahan gambut lalu menjalar ke area sekitarnya.

Kapolres SBT AKBP Ricky Pranata Vivaldy tiba di lokasi pukul 13.10 WIT didampingi Kabagops AKP Edward Purba, Kasat Intelkam IPTU Mohthahar S. Solissa, KBO Samapta IPDA J. Manulang, serta Kapolsubsektor Banggoi IPDA M. Ain Wokas.

AKBP Ricky menegaskan pentingnya partisipasi aktif warga dalam memberikan informasi awal saat melihat potensi karhutla.

“Begitu menerima informasi dari masyarakat, kami langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan pemadaman. Kami berupaya agar api segera dapat dikendalikan sehingga tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar,” ujar Ricky di lokasi kejadian.

Ia menambahkan, pemadaman lahan gambut memiliki tantangan tersendiri karena bara api kerap tersimpan di bawah permukaan tanah (underground fire). Oleh karena itu, personel Polsubsektor Banggoi tetap disiagakan untuk mengawasi area rawan tersebut.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan titik api atau melihat adanya kebakaran, segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat ditangani secepat mungkin,” imbau Kapolres.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi menegaskan pentingnya kesiapsiagaan personel dan kerja sama masyarakat dalam menekan risiko karhutla di Maluku.

“Polda Maluku mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran untuk membuka lahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api. Informasi yang disampaikan sejak dini sangat membantu petugas melakukan penanganan lebih cepat sehingga risiko kebakaran meluas dapat minimalkan,” terang Rositah.

Hingga pukul 16.25 WIT, kondisi api mulai dapat dikendalikan dan menyurut secara signifikan. Meski demikian, tim gabungan tetap berada di lokasi untuk mengantisipasi potensi munculnya titik api susulan dari sisa bara tanah gambut.(*)

👁 3 dilihat💬 0 komentar⏱ 2 menit baca📅 Terbit 20 Oktober 2026