POSTINGAN.ID-AMBON, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Maluku, Maya Baby Rampen Lewerissa, mendorong Kopi Tuni untuk terus dikembangkan menjadi salah satu ikon ekonomi daerah.
Dukungan tersebut disampaikan saat Maya melakukan kunjungan kerja ke Kedai Kopi Tuni, UMKM binaan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) di Ambon, Selasa (13/10/2026).
Dalam kunjungannya yang didampingi Anggota DPRD Provinsi Maluku Nita Bin Umar beserta rombongan, Maya mencicipi langsung sajian kopi khas tersebut sembari mengapresiasi keunikan cita rasanya.
Kopi Tuni memiliki karakteristik biji yang relatif kecil dengan keunikan rasa alami yang terpengaruh oleh lingkungan tumbuhnya.
Kopi yang ditanam di sekitar pohon durian dapat menghasilkan nuansa aroma durian, sementara yang tumbuh dekat tanaman kakao menghadirkan sensasi aroma cokelat.
Maya menilai keunikan tersebut merupakan modal kuat untuk memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat luas.
“Kopi Tuni ini memiliki keunikan tersendiri, baik dari ukuran bijinya maupun aroma dan cita rasanya. Potensi seperti ini harus terus dikembangkan karena bisa menjadi salah satu ikon Maluku. Kalau pengembangannya dilakukan dengan baik, manfaatnya bukan hanya untuk pelaku UMKM, tetapi juga para petani kopi, koperasi, dan masyarakat yang terlibat di dalamnya. Artinya, semakin berkembang Kopi Tuni, semakin luas pula manfaat yang bisa dirasakan masyarakat,” ungkap Maya Baby.
General Manager PLN UIW MMU, Dony Noor Gustiarsyah, menyambut positif perhatian dari Ketua TP PKK Maluku. Menurutnya, hal ini menjadi motivasi tambahan bagi PLN dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
“Kami menyambut baik perhatian Ketua TP PKK Provinsi Maluku terhadap Kopi Tuni. Bagi PLN, pengembangan UMKM bukan sekadar memperkenalkan produk lokal, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami berharap Kopi Tuni terus berkembang, memiliki daya saing, dan menjadi salah satu kebanggaan Maluku,” ujar Dony.
Pendampingan PLN dari hulu ke hilir mulai dari peningkatan kapasitas petani, penguatan koperasi, hingga modernisasi alat produksi berbasis listrik kini telah membuahkan hasil.
Produk Kopi Tuni bahkan telah berhasil menembus pasar internasional, termasuk Belanda dan Amerika Serikat.
Komitmen berkesinambungan ini turut mengantarkan PLN UIW MMU meraih penghargaan TOP CSR Awards 2026 kategori Site Level Star 3 dan Silver Award pada Indonesia SDGs Awards (ISDA) 2025.
Dony menegaskan pihaknya akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor agar dampak pemberdayaan ekonomi lokal dapat dirasakan lebih luas.
“Kami ingin Kopi Tuni tidak hanya dikenal karena keunikan aroma dan cita rasanya, tetapi juga karena dampak pemberdayaan di baliknya. PLN akan terus mendukung pengembangan potensi lokal agar mampu menciptakan peluang ekonomi dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Maluku,” tutup Dony.(*)







