POSTINGAN.ID-AMBON, Jumlah penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Ambon melonjak pascamusibah kebakaran yang melanda Kompleks Rinjani, Kecamatan Sirimau.
Puskesmas Waihoka mencatat, sebelum musibah tersebut terjadi terdapat 28 kasus ISPA yang ditangani. Angka tersebut kini bertambah hingga menembus 39 kasus.
“Satu minggu sebelum kebakaran ada 28 kasus ISPA, namun pascakebakaran ada tambahan kasus. Totalnya 39 kasus,” kata Penanggung jawab Cluster 1 Puskesmas Waihoka, Marselita Latuheru di Ambon, Kamis (9/10/2026).
Marselita menjelaskan, mayoritas warga mengeluhkan keluhan batuk dan gangguan pernapasan akibat paparan asap serta penurunan kualitas udara pascamusibah tersebut.
Menyikapi penurunan kualitas udara, masyarakat diminta lebih waspada saat beraktivitas di luar ruangan.
“Warga harus menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah untuk mengurangi risiko menghirup asap dan partikel yang dapat mengganggu saluran pernapasan,” tegasnya.
Selain imbauan penggunaan masker, warga juga diingatkan untuk tidak memicu kebakaran baru, seperti membakar sampah atau membuka lahan dengan membakar.
Terlebih di tengah kondisi cuaca kering dan kemarau yang membuat api rentan meluas.
Bagi warga yang mengalami gejala sesak napas atau batuk berkelanjutan, disarankan untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.
Perlindungan ekstra dan pembatasan kegiatan luar ruangan sangat disarankan bagi kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, serta warga dengan riwayat penyakit pernapasan. (*)






