Penulis: Ilalang
Tubuh mengapung
di sepotong waktu
yang belum tenggelam.
Dayung bergerak
seperti tangan tua
mencari jalan pulang.
Di belakang
laut memeluk suara
yang tak sempat jadi doa.
Senja turun tanpa janji.
Langit yang kemerahan
perlahan hilang warna.
Perahu terus berjalan
bawa tubuh kami
menuju daratan
yang tak kami kenal.
Barangkali hidup memang begini:
kita mendayung bersama,
tetapi masing-masing
bawa sunyi-nya sendiri.
Ambon, 9 September 26
-ilalang-






