Gandeng Selandia Baru & EBTKE: Polnam Siapkan SDM Energi Terbarukan di Maluku dan Indonesia Timur

🔊 Dengarkan BeritaDibacakan langsung oleh browser — tanpa API key
0:000:00

​POSTINGAN.ID-AMBON, Politeknik Negeri Ambon (Polnam) resmi memulai pembangunan Laboratorium Tenaga Surya dan Mikrohidro melalui prosesi Kick-Off Ceremony pada Senin (14/9/2026).

Langkah strategis ini memperkuat komitmen kampus vokasi tersebut dalam melahirkan sumber daya manusia (SDM) ahli di bidang energi bersih untuk kawasan Maluku dan Indonesia Timur.​

Kegiatan peresmian tersebut dihadiri oleh Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, H.E. Phillip Taula, serta Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi.

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Direktur Polnam, Lory Marcus Parera. ​

Plh Direktur Polnam, Lory Marcus Parera, menjelaskan bahwa fasilitas laboratorium ini tidak sekadar menambah sarana sarjana kampus, melainkan menjadi wadah praktik utama mahasiswa.

Laboratorium ini juga disiapkan untuk menunjang program studi (prodi) baru berbasis energi terbarukan yang mulai menerima mahasiswa baru pada tahun 2026.

Kemitraan Polnam dengan Selandia Baru sendiri telah terbangun sejak 2019. Kerja sama ini berfokus pada pelatihan dan peningkatan kapasitas para tenaga pendidik serta teknisi di bidang teknologi mikrohidro dan pembangkit listrik terbarukan.​

“Pembukaan program studi ini merupakan bagian dari langkah kami dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab berbagai tantangan di bidang energi,” ujar Lory.

​Sebagai institusi vokasi, Lory menekankan pentingnya dominasi porsi praktik agar lulusan Polnam siap kerja.

“Untuk itu, keberadaan Laboratorium Tenaga Surya dan Mikrohidro dinilai memiliki posisi strategis dalam mendukung proses pembelajaran tersebut,” tegasnya.​

Pada kesempatan yang sama, Dirjen EBTKE Prof. Eniya Listiani Dewi menyampaikan bahwa implementasi teknologi energi terbarukan di kawasan Indonesia Timur memerlukan dukungan SDM lokal yang andal untuk aspek pengoperasian dan pemeliharaan.

Menurutnya, wilayah kepulauan seperti Maluku memiliki potensi melimpah pada sektor Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan energi panas bumi.​

“Harapan kami nanti dari Poltek Ambon ini bisa melahirkan tenaga-tenaga yang mempunyai skill lebih untuk bisa memelihara, bahkan mendirikan PLTS dan mengoperasikan,” tutur Eniya.​

Ia menambahkan, keterlibatan warga lokal sebagai teknisi dan operator dapat memicu pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, pemanfaatan energi terbarukan seperti panas bumi juga dapat difungsikan langsung untuk pengolahan komoditas lokal.

“Panas bumi, misalnya, dapat dimanfaatkan untuk proses pengeringan berbagai komoditas seperti kopi, teh maupun rempah-rempah tanpa bergantung sepenuhnya pada kondisi cuaca,” terang Eniya.

Pembangunan fasilitas ini diharapkan menjadi titik temu antara kebutuhan industri energi terbarukan dan pendidikan vokasi, sekaligus memperluas kolaborasi internasional demi transisi energi yang berkelanjutan di Indonesia Timur.(*)

👁 4 dilihat💬 0 komentar2 menit baca