Gubernur Maluku Serukan Damai: Mari “Katong Jaga Maluku Sebagai Rumah Bersama”

🔊 Dengarkan BeritaDibacakan langsung oleh browser — tanpa API key
0:000:00

POSTINGAN.ID-AMBON, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi pascabentrokan antarwarga di Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Jumat (11/9/2026).​

Insiden tersebut di duga bermula dari kabar mengenai kebakaran lahan kebun milik salah satu warga Desa Lisabata.

Ketegangan memuncak hingga memicu aksi pembakaran puluhan rumah milik warga Desa Patahuwe.​

Gubernur Hendrik menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam atas peristiwa tragis ini.

Ia meratapi tindakan kekerasan yang menodai upaya pemerintah dan masyarakat dalam memelihara harmoni sosial serta nilai persaudaraan di Maluku.​

“Saya mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk menahan diri, tidak terpancing provokasi, serta memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada aparat keamanan dalam menangani kasus ini,” tegas Gubernur.

​Guna meredam potensi konflik susulan, Hendrik mendorong partisipasi aktif Raja Negeri, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga elemen masyarakat setempat untuk mendinginkan suasana dan mencegah aksi balas dendam.​

Masyarakat juga diminta bijak berinteraksi di dunia digital dengan tidak menyebarkan foto maupun video kerusuhan yang berisiko memperkeruh keadaan.

​“Gunakan media sosial secara arif dan bijaksana, serta hentikan penyebaran konten provokatif,” tambahnya.

​Dalam hal penegakan hukum, Gubernur mendesak pihak kepolisian bergerak cepat mengusut tuntas peristiwa ini dan menangkap dalang di balik kerusuhan.

Saat ini, Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto dan Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto yang turung langsung di lokasi kejadian untuk mengamankan situasi sekaligus mengawal proses mediasi.​

“Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan. Semua pelaku harus diproses secara hukum supaya ada rasa keadilan bagi korban dan menjadi pembelajaran bagi kita bersama,” jelasnya.

Menutup imbauannya, Hendrik kembali mengingatkan esensi kedamaian serta tali persaudaraan erat yang menjadi identitas masyarakat Maluku.​

“Mari katong semua jaga Maluku sebagai rumah bersama. Baku sayang lebih kuat daripada baku lawan. Baku gandeng, baku kele demi Maluku pung bae.” pungkasnya. (*)

👁 15 dilihat💬 0 komentar2 menit baca