POSTINGAN.ID-AMBON, PT Bank Pembangunan Daerah Maluku dan Maluku Utara (Bank Maluku Malut) menerbitkan kebijakan strategis pada momen perayaan ulang tahun (HUT) ke-65. Bank daerah tersebut secara resmi memotong suku bunga kredit pembiayaan guna memperkuat daya beli masyarakat di wilayah Maluku dan Maluku Utara.
Direktur Utama Bank Maluku Malut, Syahrizal Imbar, menegaskan bahwa penyesuaian tarif bunga pinjaman ini dipastikan bersifat permanen, bukan sekadar program promosi sesaat.
“Suku bunga kita turunkan. Jadi kita turunkan suku bunga, bukan berlaku hanya untuk sesaat, ini berlaku seterusnya,” ujar Syahrizal saat memberikan keterangan resmi di Kantor Bank Maluku Malut, Ambon, Selasa (20/10/2026)
Sebagai bagian dari stimulus pembiayaan tahun 2026, pihak bank menghadirkan program unggulan bertajuk Paket Hitam Manis. Fasilitas bunga istimewa ini ditujukan bagi pengajuan kredit baru serta nasabah yang mengaktifkan ekosistem digital seperti mobile banking dan fasilitas QRIS. Sasaran program mencakup segmen Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai swasta, pensiunan, hingga masyarakat umum.
“Ini berita baik. Dalam rangka HUT, Bank Maluku Malut menurunkan suku bunga kredit pinjaman. Nah, itu good news-nya,” tegasnya.
Selain relaksasi pembiayaan, manajemen juga terus mempercepat transformasi digital. Dua langkah strategis yang tengah dipersiapkan meliputi ekspansi jaringan layanan tanpa kantor (Laku Pandai) dan peluncuran kanal pembayaran QRIS mandiri.
Langkah penyediaan barcode QRIS mandiri ini dirancang agar perputaran dana transaksi nasabah tetap berada dalam ekosistem internal Bank Maluku Malut.
“Selama ini nasabah kami hanya tapping di barcode bank lain, sehingga uangnya masuk ke sana. Sekarang kita akan launching, perizinannya sedang diurus. Jadi terus kita kembangkan,” terangnya.
Syahrizal berharap restrukturisasi suku bunga dan penguatan layanan digital ini didukung oleh iklim ekonomi nasional serta kondusivitas daerah yang makin stabil.
“Harapannya tentu kami berharap bahwa perekonomian nasional itu makin membaik, terus tumbuh. Kemudian situasi politik dan kamtibmas itu ikut mendukung sehingga kami dapat melakukan upaya bisnis dengan baik dan terus tumbuh,” pungkas Syahrizal.(*)
