Karhutla Siwang Hanguskan Enam Hektare, Maluku Catat 369 Hotspot

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku, Haikal Baadilla, S.Hut., M.Si., menyampaikan penanganan karhutla di Dusun Siwang, Kota Ambon, serta pemantauan ratusan titik panas di sejumlah wilayah Maluku. (Foto: Dok. Dinas Kehutanan Maluku)
🎧 Dengarkan KaryaMenyiapkan suara bahasa Indonesia…
0:00Siap diputar

Kualitas suara mengikuti pilihan suara yang tersedia di perangkat atau browser Anda.

POSTINGAN.ID-AMBON, Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun Siwang, Negeri Urimessing, Kota Ambon, Selasa (20/10/2026), menghanguskan lahan yang diperkirakan mencapai enam hektare. Pada hari yang sama, Dinas Kehutanan Provinsi Maluku mencatat 369 titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan berbeda di sejumlah wilayah.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku, Haikal Baadilla, S.Hut., M.Si., menjelaskan, kebakaran terjadi di dua area dengan luas masing-masing sekitar tiga hektare.

“Lahan yang terbakar merupakan kawasan semak belukar dan kebun campur dengan status Areal Penggunaan Lain (APL). Luas kebakaran masih bersifat sementara dan akan diverifikasi lebih lanjut melalui pemetaan menggunakan drone,” jelas Baadilla.

Menurutnya, pemadaman dimulai pukul 14.00 WIT oleh Dinas Kehutanan Provinsi Maluku. Dukungan personel dan peralatan dari unsur terkait tiba di lokasi sekitar pukul 17.00 WIT untuk memperkuat penanganan.

Petugas menggunakan mobil slip-on, kendaraan operasional, mobil tangki air, selang, nozzle, dan jetshooter untuk mengendalikan api.

Pemadaman area pertama selesai sekitar pukul 20.00 WIT. Sementara itu, penanganan area kedua berlanjut hingga pukul 22.30 WIT, termasuk proses mopping up atau pemadaman sisa bara untuk mencegah api kembali menyala.

Pemantauan lanjutan dijadwalkan pada Rabu (21/10/2026) guna memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Selain menangani kebakaran di Siwang, Dinas Kehutanan Provinsi Maluku meningkatkan kewaspadaan terhadap sebaran titik panas di kabupaten dan kota.

Hasil pemantauan pada Selasa (20/10/2026) mencatat 11 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence), 352 titik dengan tingkat kepercayaan menengah (medium confidence), dan enam titik dengan tingkat kepercayaan rendah (low confidence).

“Untuk kategori high confidence, terdapat 11 titik panas yang tersebar di Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebanyak satu titik, Kabupaten Maluku Barat Daya delapan titik, dan Kabupaten Seram Bagian Barat dua titik,” ungkap Baadilla.

Adapun titik panas kategori menengah dan rendah terpantau di Kabupaten Buru, Buru Selatan, Kepulauan Tanimbar, Maluku Barat Daya, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, serta Kota Ambon.

Baadilla menjelaskan bahwa titik panas merupakan indikator awal yang perlu diperiksa langsung di lapangan untuk memastikan ada atau tidaknya kebakaran.

Karena itu, pemantauan berkala dan koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi karhutla serta mencegah api meluas ke kawasan lain.

Dinas Kehutanan Provinsi Maluku juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, tidak membakar lahan sembarangan, dan segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran di lingkungan masing-masing. (Diskominfo Promal)

👁 4 dilihat💬 0 komentar⏱ 2 menit baca📅 Terbit 21 Oktober 2026