POSTINGAN.ID-AMBON, Memasuki usia ke-65, PT Bank Pembangunan Daerah Maluku dan Maluku Utara (Bank Maluku Malut) memilih merayakan hari jadinya melalui serangkaian program kepedulian sosial yang menyentuh langsung warga. Acara puncak hari jadi tersebut dipusatkan di Kantor Pusat Bank Maluku Malut, Kota Ambon, pada Senin (26/10/2026).

Mengusung semboyan “Sinergi Basudara Bakti untuk Negeri”, aksi nyata yang dihadirkan meliputi distribusi paket kebutuhan pokok kepada para pengemudi ojek serta penarik becak di jalanan.
Di samping itu, perseroan turut mengerahkan armada penyuplai air bersih secara cuma-cuma bagi warga yang terdampak krisis air di beberapa titik, seperti kawasan Gadihu serta Batu Merah Tanjung, Ambon.
Direktur Utama Bank Maluku Malut, Syahrizal Imbar, mengemukakan bahwa seluruh rangkaian peringatan sengaja dirancang agar membawa faedah nyata bagi hajat hidup publik.
“Kami ikut merasakan kesulitan warga di tengah musim kemarau panjang ini. Karena itu, anggaran HUT tidak kami gunakan untuk hura-hura, melainkan dialihkan untuk membagikan air bersih dan kegiatan sosial yang positif,” ujar Syahrizal.
Sebagai respons cepat terhadap penurunan indeks kualitas udara akibat paparan kabut asap di wilayah Ambon, manajemen bank pelat merah ini turut membagikan ribuan masker pelindung napas secara gratis kepada para pelintas jalan dan warga sekitar.

Syahrizal menaruh harapan besar agar semangat tema tahun ini mampu mempererat tali persaudaraan sekaligus memperkokoh sinergi antara korporasi dan masyarakat di Maluku serta Maluku Utara.
Senada dengan hal tersebut, pihak Panitia HUT ke-65 menjelaskan bahwa perayaan kali ini memang sengaja dihelat secara khidmat tanpa panggung hiburan.
Seluruh alokasi kegiatan sepenuhnya diarahkan pada aksi kemanusiaan yang berorientasi pada kemaslahatan publik.
Berdasarkan catatan panitia, rangkaian bakti sosial ini mencakup layanan kesehatan gratis bagi 166 warga yang berlangsung selama empat hari, distribusi 250 paket sembako, serta penyaluran air bersih di 100 titik wilayah Kota Ambon yang sedang menghadapi krisis air.(*)





