POSTINGAN.ID-AMBON, Aparat gabungan dari unsur TNI, Polri, BNN, hingga Bea Cukai menggelar inspeksi mendadak (sidak) di tempat hiburan malam Diskotik dan Karaoke Blitz 92, Jalan Diponegoro, Urimessing, Kota Ambon, Sabtu (24/10/2026) malam.
Dalam razia yang dimulai pukul 23.37 WIT tersebut, seluruh personel tempat hiburan mulai dari ladies companion (LC), pemandu, DJ, hingga jenjang manajemen diwajibkan menjalani tes urine guna mendeteksi potensi penyalahgunaan narkotika.
Operasi pembersihan narkoba ini dipimpin langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Dirresnarkoba Polda Maluku AKBP Hendra Haurissa, dengan didampingi Kasubdit 1 Kompol Izaac Risambessy.
Kehadiran puluhan petugas sempat mengejutkan para pengunjung dan pekerja di hall lantai dua Graha Blitz 92. Untuk memastikan pemeriksaan berjalan tertib dan mencegah manipulasi sampel, petugas membatasi akses keluar-masuk lokasi serta mengawasi ketat proses pengambilan sampel urine.
Kompol Izaac Risambessy menjelaskan bahwa sidak ini merupakan bagian dari akselerasi program 100 hari kerja Kapolri dalam memberantas peredaran gelap narkoba di wilayah hukum Maluku.
”Dari hasil pemeriksaan rapid diagnostic test dengan enam indikator narkoba terhadap seluruh karyawan, LC, DJ, hingga dua manajer, hasilnya 100 persen negatif,” ujar Kompol Izaac usai kegiatan.
Ia mengapresiasi kooperatifnya pihak pengelola Blitz 92 dan mengimbau agar komitmen lingkungan kerja bersih dari narkoba ini terus dipertahankan.
Pemilik Blitz 92, Albert Tanihaha atau yang akrab disapa Ko Yongki, menyambut positif langkah tegas aparat penegak hukum. Ia menegaskan bahwa pihak manajemen membuka pintu selebar-lebarnya untuk pengawasan berkala demi menjaga iklim usaha yang bersih.
”Kami tidak memberikan toleransi sedikit pun (zero tolerance) bagi pekerja yang terlibat narkoba. Jika ada yang terbukti positif atau terlibat tindak pidana narkotika, sanksinya tegas: pemutusan hubungan kerja (PHK) seketika dan langsung kami serahkan ke pihak berwajib,” tegas Ko Yongki.
Sikap senada disampaikan Manajer Blitz 92, Louis Souissa. Ia bersama jajaran manajemen sengaja ikut serta dalam tes urine sebagai bentuk transparansi dan keteladanan bagi para staf.
”Pimpinan harus memberi contoh. Kami minta seluruh LC, karyawan, dan DJ solid mendukung gerakan pemberantasan narkoba ini,” kata Louis.
Rangkaian pemeriksaan berakhir pada Minggu (25/10/2026) pukul 00.15 WIT.
Catatan media menunjukkan, ini bukan kali pertama Blitz 92 disidak.
Pada Operasi Antik Salawaku Agustus 2026 lalu, tempat hiburan ini juga mencatatkan hasil nihil atau bersih dari penyalahgunaan narkoba.
Meski seluruh tes urine menunjukkan hasil negatif, aparat kepolisian memastikan pengawasan terhadap pusat-pusat keramaian malam di Kota Ambon akan terus ditingkatkan secara berkala.(*)
