Heboh Pulau Baru Muncul Di Perairan Tayando Yamru Tual

PEMASANGAN SASI: Warga setempat memasang sasi (larangan adat) dan tanda peringatan di area kemunculan pulau baru di perairan Ohoi Tayando Yamru, Kota Tual, Maluku. Langkah antisipasi ini dilakukan warga usai menggelar doa bersama guna mencegah warga mendekati lokasi yang diduga masih mengeluarkan aktivitas gas metana dan CO₂ dari dasar bumi. (Foto: Dok. Istimewa)
🎧 Dengarkan KaryaMenyiapkan suara bahasa Indonesia…
0:00Siap diputar

Kualitas suara mengikuti pilihan suara yang tersedia di perangkat atau browser Anda.

POSTINGAN.ID-TUAL, Masyarkat Kecamatan Tayando Tam, Kota Tual, Maluku, digemparkan oleh fenomena alam tak biasa. Daratan berupa pulau baru mendadak menyembul dari dasar laut di perairan Ohoi Tayando Yamru pada Senin (2/11/2026) pagi.

​Peristiwa langka ini pertama kali disaksikan oleh warga lokal yang tengah melaut. Sekretaris Ohoi Tayando Yamru, Rahmadi Rahakbauw, mengungkapkan bahwa saksi mata sempat mengira gundukan yang keluar dari permukaan air tersebut adalah sebuah armada kapal.

​”Ketika pagi, salah satu warga sedang memancing di sekitar lokasi. Saat melihat ke arah laut, dia mengira ada kapal selam yang muncul ke permukaan. Namun, setelah diamati lebih dekat, ternyata itu sebuah pulau,” tutur Rahmadi saat dihubungi via telepon seluler, Selasa (3/11/2026).

​Rahmadi menjelaskan, bentukan daratan baru itu didominasi oleh endapan lumpur pekat. Posisinya berada persis di samping objek batu yang lebih dulu muncul di kawasan perairan tersebut beberapa tahun silam.

​Dari taksiran kasar warga setempat, pulau endapan ini memiliki ukuran panjang berkisar 70 hingga 80 meter serta lebar antara 20 sampai 30 meter.

​”Tanahnya berlumpur, teksturnya seperti adonan semen, berwarna hitam keabu-abuan, dan masih basah,” jelasnya.

​Menilai tekstur tanah yang rentan gembur serta adanya indikasi dorongan aktivitas gas dari dalam bumi, warga diminta untuk menahan diri tidak mendatangi maupun memijakkan kaki di area tersebut.

​Menurut Rahmadi, kabar yang dihimpun menunjukkan masih ada hembusan gas metana beserta karbon dioksida (CO2) yang terlepas dari dasar daratan baru itu.

​Guna mengantisipasi bahaya sekaligus menjaga keheningan wilayah setempat, warga Ohoi Tayando Yamru telah menggelar ritual doa bersama dan memancangkan sasi di sekeliling lokasi.

​Pemerintah Ohoi menaruh harapan besar agar pihak berwenang dapat segera menerjunkan tim ahli untuk meneliti fenomena alam ini demi memastikan aspek keselamatan publik.

​”Informasi mengenai kemunculan pulau ini sudah disampaikan kepada BPBD Kota Tual. Namun, pihak BPBD mengarahkan agar masyarakat membuat laporan secara resmi,” tandasnya.

​Kini, warga setempat menunggu respons cepat dari pemerintah daerah maupun instansi teknis untuk melakukan verifikasi ilmiah guna mengungkap penyebab pasti terbentuknya pulau tersebut serta memetakan potensi risiko bahayanya.(*)

👁 3 dilihat💬 0 komentar⏱ 2 menit baca📅 Terbit 3 November 2026