POSTING.ID-JAKARTA, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menginstruksikan seluruh jajarannya untuk memprioritaskan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pihak swasta maupun kelompok tertentu.
Pesan tegas tersebut disampaikan Bahlil saat memimpin Upacara Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81 di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Ia menekankan bahwa pengelolaan kekayaan alam merupakan mandat negara demi kesejahteraan rakyat, sesuai semangat Pasal 33 UUD 1945.
“Ketika kalian dihadapkan memilih antara orang yang mengatur kekuasaan dengan cara yang tidak benar dan dihadapkan dengan memilih kepentingan rakyat, saya perintahkan untuk memilih kepentingan rakyat,” tegas Bahlil.
Salah satu bentuk keberpihakan tersebut ditunjukkan melalui pembatasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) bagi korporasi besar.
Bahlil mengakui langkah ini memicu protes dari sejumlah pengusaha, namun kebijakan ini diambil demi menjaga ruang gerak pelaku UMKM.
“Saya tahu banyak perusahaan-perusahaan besar yang memprotes karena RKAB-nya sebagian tidak kita berikan sesuai dengan keinginannya. Tetapi kalau kita memenuhi semua keinginannya, bagaimana urusan UMKM? Mereka siapa yang mengurus?” ujarnya.
Ia meminta Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara konsisten menegakkan aturan tanpa tunduk pada intervensi pengusaha. Pengembang sektor tambang diwajibkan memenuhi kewajiban domestik (Domestic Market Obligation), pascatambang, serta standar keselamatan kerja.
“Tegakkan aturan, disiplinkan aturan,” imbau Bahlil.
Di sektor ketenagalistrikan, meski rasio elektrifikasi nasional menyentuh 99,85 persen, masih terdapat sekitar 11.000 wilayah terpencil yang belum teraliri listrik. Tahun ini, Program Listrik Desa menargetkan 2.065 titik, dengan target seluruh rumah tangga teraliri listrik penuh pada 2029.
Bahlil turut mengingatkan pegawainya agar fokus pada implementasi program, bukan sekadar merancang wacana di atas kertas.
“Jangan hanya bikin konsep, konsep, konsep terus, tidak pernah mengeksekusi konsep,” sindirnya.
Dalam momentum peringatan tersebut, Menteri ESDM menyematkan Tanda Kehormatan Satyalancana, menyerahkan SK Kenaikan Pangkat PNS, meluncurkan program Pengawal Energi, serta menyerahkan Penghargaan Energi Subroto.
Kementerian ESDM juga menggelar serangkaian aksi sosial, meliputi donor darah yang mengumpulkan 1.628 kantong darah, penyaluran bantuan bencana NTT senilai Rp2,6 miliar, hingga layanan pemeriksaan kesehatan bagi pegawai.
Bahlil berharap seluruh jajaran ESDM semakin solid, berani mengambil keputusan berkeadilan, dan mewujudkan kemandirian energi nasional.(*)
