POSTINGAN.ID-AMBON, PT Bank Maluku Malut memangkas suku bunga kredit sebesar 2 hingga 3 persen sebagai langkah strategis memperkuat pembiayaan sektor produktif.
Tak hanya menurunkan bunga kredit, Bank Pembangunan Daerah (BPD) ini juga menyalurkan kembali program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah sebesar 6 persen.
Kebijakan ini diharapkan mempermudah akses permodalan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sekaligus memacu pertumbuhan bisnis perseroan.
Direktur Utama Bank Maluku Malut, Syahrizal Imbar, menyampaikan penegasan tersebut di sela-sela pembukaan Gerai UMKM, Rabu (21/10/2026). Ia menyebutkan bahwa penyaluran KUR berbiaya terjangkau ini sudah bergulir sejak pertengahan tahun.
Selain KUR konvensional, Bank Maluku Malut turut menghadirkan skema kredit pengembangan usaha tanpa bunga bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang hendak berwirausaha, serta program KUR Kreatif hasil kolaborasi dengan pemerintah daerah.
Mengenai kinerja keuangan, Syahrizal optimistis lantaran kondisi perseroan saat ini terus menunjukkan tren positif. Pertumbuhan tahunan (Year on Year/YoY) tercatat mendekati 9 persen, dan pihak manajemen yakin mampu menutup tahun 2026 dengan pertumbuhan di atas dua digit.
Guna mengejar target tersebut sekaligus memperluas jangkauan ke daerah terpencil, Bank Maluku Malut gencar memperbanyak jaringan agen Laku Pandai.
Langkah ekspansi ini juga diimbangi percepatan digitalisasi layanan melalui penyediaan fitur QRIS Acquiring dan penerapan sistem Loan Origination System.(*)
