POSTINGAN.ID-AMBON, Ketua Umum DPP Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menepis keras isu yang menyeret namanya dalam tudingan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Nama Bahlil belakangan ini mendadak diperbincangkan di media sosial. Ia disebut-sebut punya keterkaitan dengan kelompok yang diduga menyadap kepala negara sebuah narasi yang juga menyenggol mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajaran perwira tinggi Polri. Bahkan, beredar kabar burung mengenai pertemuan seorang ketua umum partai politik bersama sejumlah jenderal beberapa jam sebelum mereka diamankan.
Pernyataan bantahan tersebut disampaikan Bahlil secara langsung di hadapan para kader saat menghadiri agenda Pelantikan DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku masa bakti 2025–2030 di Hotel Santika Ambon, Sabtu (7/11/2026).
“Tiba-tiba ada satu cerita ngarang dari mana saya tidak tahu, yang mengatakan tiga jam sebelum para jenderal itu ditangkap, katanya ada ketua umum partai rapat dengan mereka. Awal-awalnya saya tidak terlalu ngeh, karena ketua partai kan banyak, tetapi begitu saya bangun tadi pagi dari pesawat lihat, kok ini sudah menuduhnya ke saya,” ujar Bahlil.
Melihat tuduhan makin spesifik mengarah kepadanya, Bahlil memilih tidak tinggal diam dan menuntut kejelasan dari pihak pembawa opini.
“Saya bilang ini apa maksudnya? Jadi saya mau sampaikan kepada saudara-saudara saya, di dalam mimbar ini, karena menuduh ketua partai. Saya sengaja bicara di forum ini. Segera klarifikasi itu. Segera klarifikasi,” tegasnya.
Tak sebatas menolak tuduhan, Bahlil mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas desas-desus penyadapan ini agar publik tidak disuguhi prasangka liar.
“Dan buktikan, saya minta kepada pihak aparat keamanan, untuk diusut tuntas, dibuka saja. Jangan fitnah terus yang dibangun. Diusut saja,” tambahnya.
Bahlil juga secara terbuka menyindir tindakan seorang figur senior yang ia sebut rutin melemparkan tuduhan lewat konten podcast.
“Ada senior saya juga, senior saya yang merasa paling pintar bicara, sering pakai kacamata orangnya, di podcast. Saya bilang, kalau memang itu dinyatakan bahwa diduga saya, buktikan, kalau tidak saya akan somasi, saya akan proses secara hukum. Karena ini berbahaya. Ini berbahaya,” cercecar Bahlil. Menurutnya, framing tanpa dasar objektif sangat merugikan nama baik.
“Tuduhan-tuduhan ini sama kuatnya dengan melakukan penyadapan. Apa maksudnya memberikan berita-berita yang kurang bagus, membangun persepsi macam-macam. Ini menurut saya enggak sehat,” sambungnya.
Di balik bantahan tegasnya, Bahlil justru membeberkan fakta mengejutkan bahwa telepon pribadinya diduga turut disadap oleh pihak tak bertanggung jawab.
“Tidak hanya kepala negara yang disadap, saya pun disadap soalnya. Awak pun jadi disadap, dan takut juga itu,” akunya.
Menghadapi situasi tersebut, Bahlil sempat melempar kelakar segar yang mencairkan suasana di forum.
“Saya takut juga itu disadap. Karena telepon saya itu kan kelakuan siang dan malam ketahuan semua di situ. Yang saya takut itu bukan di telepon siangnya, malamnya itu saya takut. Wah saya bilang ini bisa berdampak sistemik, masif, dan terstruktur ini,” kelakarnya disambut gelak tawa pengurus partai.
Di akhir penyampaiannya, Bahlil menegaskan komitmen institusi yang dipimpinnya untuk mengawal proses hukum ini hingga benderang.
“Kita Partai Golkar mendukung penuh aparat penegak hukum dalam menuntaskan persoalan-persoalan yang terjadi terkait dengan penyadapan. Kita mendukung penuh, diusut tuntas dan dilakukan secara transparan,” tutupnya.(*)





