POSTINGAN.ID- AMBON, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus mempercepat digitalisasi pelayanan publik. Salah satu langkah konkrit yang diambil yakni mengembangkan Aiko Health, sebuah inovasi layanan kesehatan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) hasil kolaborasi bersama GMANGO-Aiko Health.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Ambon, Ronald H. Lekransy, menjelaskan bahwa integrasi teknologi AI di sektor medis bertujuan mendongkrak jangkauan edukasi kesehatan masyarakat sekaligus mempermudah rujukan awal.
“Perkembangan teknologi digital membuka peluang bagi pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi kesehatan, mempermudah konsultasi awal, serta membantu warga mendapatkan arahan mengenai fasilitas pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar Lekransy di Ambon, Jumat (23/10/2026).
Layanan Aiko Health dirancang sebagai jembatan informasi digital antara warga dengan berbagai fasilitas kesehatan (faskes), mulai dari Puskesmas hingga rumah sakit.
Lewat sistem ini, masyarakat dapat memanfaatkan fitur triase awal sebelum memutuskan untuk berobat langsung ke tenaga medis.
Meski berbasis kecerdasan buatan, Ronald menggarisbawahi bahwa AI hanyalah instrumen pendukung, bukan pengganti peran dokter maupun tenaga medis profesional.
Inisiasi kerja sama ini telah dimulai sejak pertemuan dengan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, pada 20 Juni 2026 lalu. Langkah tersebut ditindaklanjuti secara resmi melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Kesehatan Kota Ambon dan GMANGO-Aiko Health pada 4 Juli 2026.
Sebagai bentuk pemantapan, tim Aiko Health langsung bergerak menggelar sosialisasi dan pendampingan di 22 Puskesmas se-Kota Ambon untuk memberikan pemahaman teknis bagi para nakes.
Pembahasan kolaborasi strategis ini kembali dimantapkan dalam rapat koordinasi di Hutumuri pada 15 September 2026 yang dipimpin Sekretaris Kota Ambon, Robert Sapulette, bersama jajaran OPD terkait dan perwakilan GMANGO (Jordi Ramos, Celine Wren, dan Natalie Neeley).
Ronald menegaskan, upaya ini sejalan dengan visi Kota Ambon menuju Healthy City dan Smart City.
Selain mempermudah sistem rujukan berjenjang antar-faskes, pemanfaatan data agregat anonim dari sistem ini juga berguna sebagai pijakan penetapan kebijakan publik bidang kesehatan.
Ia menjamin seluruh pengelolaan data tetap mengedepankan asas perlindungan data pribadi dan privasi pasien.
“Melalui pemanfaatan AI yang disertai penguatan peran tenaga kesehatan, koordinasi lintas instansi, dan perlindungan data pribadi, transformasi kesehatan digital diharapkan dapat mendukung pelayanan yang lebih mudah dijangkau, responsif, dan berbasis data, sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Ambon,” pungkas Ronald.(*)
