Perayaan HUT Ke-65: Dirut Bank Maluku Malut Ingatkan Bahaya Fraud Digital

Sambutan Dirut Bank Maluku-Malut Syahrizal Imbar menekankan pentingnya membangun budaya sadar risiko dan sistem deteksi fraud yang tangguh seiring dengan percepatan layanan digital perusahaan di lantai 4 Kantor Bank Maluku-Malut, Senin (26/10/2026).
🎧 Dengarkan KaryaMenyiapkan suara bahasa Indonesia…
0:00Siap diputar

Kualitas suara mengikuti pilihan suara yang tersedia di perangkat atau browser Anda.

POSTINGAN.ID-AMBON, Pertumbuhan bisnis perbankan modern menuntut lebih dari sekadar perolehan laba maupun kecanggihan teknologi semata. Tanpa tata kelola yang kokoh, sektor perbankan justru semakin rentan terhadap ancaman kecurangan (fraud) yang berisiko merusak tingkat kepercayaan nasabah.

​Penegasan tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PT Bank Maluku-Malut, Syahrizal Imbar, saat memberikan sambutan pada perayaan HUT Ke-65 Tahun Bank Maluku Malut dengan tema: “Sinergi Basudara, Bakti Untuk Negeri”.Senin (26/10/2026).

​Syahrizal menggarisbawahi bahwa penguatan tata kelola wajib berjalan seirama dengan ekspansi bisnis serta akselerasi digitalisasi. Ia turut menekankan urgensi pembangunan sistem pengawasan yang handal guna mendeteksi sekaligus mencegah potensi kecurangan di internal perusahaan.

​Menurut pandangannya, industri perbankan memerlukan infrastruktur teknologi informasi yang kokoh, mencakup sistem deteksi kecurangan (fraud detection system) serta uji ketahanan terhadap potensi serangan siber maupun pelaku kejahatan digital.

​Ia menganalogikan perusahaan layaknya sebuah kapal berukuran besar. Suatu kapal yang terus diperbesar kapasitasnya serta dipacu kecepatannya tidak akan memberikan manfaat optimal apabila terdapat kebocoran internal yang dibiarkan tanpa penanganan cepat.

​Lebih lanjut, Syahrizal turut menyoroti fenomena judi online sebagai salah satu ancaman nyata yang perlu diwaspadai secara serius, sebab hal tersebut berpotensi memicu persoalan finansial hingga mendorong tindakan menyimpang. Oleh sebab itu, jajaran pimpinan perusahaan diinstruksikan agar semakin mengenali kondisi karyawan serta memperketat fungsi pengawasan internal.

​Penerapan prinsip know your employee, know your customer, know your transaction, hingga know your risk dinilai memegang peranan krusial dalam menumbuhkan budaya sadar risiko di lingkungan kerja perbankan.

​Di tengah ketatnya tuntutan pengawasan tersebut, PT Bank Maluku-Malut tetap mematok target optimis untuk mendongkrak kinerja bisnisnya.

Syahrizal memaparkan bahwa perolehan laba perusahaan sempat menembus angka Rp200 miliar sewaktu melewati fase berat pandemi Covid-19.

​Memasuki tahun 2026, manajemen memproyeksikan laba bersih dapat kembali melampaui Rp200 miliar bahkan menyentuh kisaran di atas Rp250 miliar menjelang penutupan tahun.

​Pencapaian target tersebut nantinya akan ditopang oleh ekspansi bisnis, optimalisasi fungsi intermediasi, langkah-langkah efisiensi, serta pengembangan inovasi layanan digital.

Salah satu agenda strategis yang menjadi fokus utama adalah peningkatan layanan mobile banking bertransformasi menjadi super app agar pelayanan bagi nasabah semakin efisien dan kompetitif.

​Di sisi lain, Syahrizal mengingatkan agar pemanfaatan teknologi benar-benar dirasakan langsung oleh nasabah serta senantiasa diimbangi dengan sistem kontrol pengawasan yang memadai.

​Baginya, perolehan laba yang tinggi bukanlah satu-satunya indikator tunggal keberhasilan perusahaan. Lembaga perbankan juga harus memastikan seluruh tahapan proses bisnis dijalankan secara transparan, akuntabel, efisien, dan penuh rasa tanggung jawab.(*)

👁 3 dilihat💬 0 komentar⏱ 2 menit baca📅 Terbit 26 Oktober 2026