Rektor UMM: Generasi Muda Maluku Wajib Kuasai Teknologi

🎧 Dengarkan KaryaMenyiapkan suara bahasa Indonesia…
0:00Siap diputar

Kualitas suara mengikuti pilihan suara yang tersedia di perangkat atau browser Anda.

POSTINGAN.ID-AMBON, Perdamaian di Maluku dituntut tidak sekadar berhenti pada kondisi masyarakat yang hidup berdampingan secara rukun.

Lebih jauh dari itu, situasi kondusif mesti dijadikan pijakan utama untuk mencetak generasi muda yang tangguh, adaptif, serta menguasai sektor teknologi dan ekonomi kreatif masa depan.

​Pesan tegas tersebut disuarakan Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku (UM Maluku), Prof. M. Faris Al-Fadhat, M.A., Ph.D., kala memberikan sambutan dalam ajang Ambon Youth and Harmony Summit 2026 di Gedung LLDIKTI Wilayah XII Ambon, Kamis (5/11/2026).

​Faris mengapresiasi dukungan penuh dari Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Wakil Gubernur Maluku, Wali Kota Ambon, Kepala LLDIKTI XII, hingga para tokoh agama setempat.

Menurutnya, pertemuan ini menjadi tonggak penting penguatan jejaring antarkomunitas, terutama lewat sinergi dua perguruan tinggi lintas latar belakang UM Maluku dan Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM).

​Kehadiran dua institusi kampus besar tersebut dalam satu panggung, kata Faris, mencerminkan komitmen bersama dalam mendorong akselerasi kemajuan daerah.

Pengalaman panjang Maluku merawat perdamaian sudah saatnya ditindaklanjuti dengan langkah nyata bagi tumbuh kembang anak muda.

​“Kita harus memberikan kesempatan untuk terus membangun daerah kita, Provinsi Maluku ini,” kata Faris di hadapan peserta.

​Faris mengingatkan, para mahasiswa dan pelajar SMA yang memadati forum tersebut merupakan pemegang tongkat estafet kepemimpinan Maluku pada dekade mendatang. Karenanya, investasi krusial daerah saat ini adalah membekali mereka dengan kompetensi digital dan keahlian kreatif agar sanggup menjawab tantangan zaman.

​Ia juga menyambut positif gagasan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terkait pembentukan konsorsium perguruan tinggi.

Faris menekankan agar gagasan tersebut dieksekusi lewat karya riil, bukan sebatas agenda seremonial atau nota kesepahaman di atas kertas.

​Kolaborasi awal antara UM Maluku dan UKIM ini diharapkan bisa memicu gerakan bersama yang melibatkan lebih banyak perguruan tinggi negeri maupun swasta di tahun-tahun mendatang.

​“Kami ingin melihat anak-anak kami, para mahasiswa dan siswa-siswi SMA, melalui kolaborasi dua kampus dan insyaallah di tahun depan kita akan terus mengajak kampus-kampus yang lain, baik swasta maupun negeri, agar mahasiswa ini duduk bersama-sama menciptakan karya-karya nyata,” ungkapnya.

​Faris optimistis forum ini mampu mentransformasi citra Maluku. Maluku tidak lagi hanya dikenal sebagai daerah yang berhasil merawat perdamaian, melainkan tumbuh menjadi kawasan maju berkat keunggulan inovasi serta kualitas sumber daya manusianya.(*)

👁 7 dilihat💬 0 komentar⏱ 2 menit baca📅 Terbit 5 November 2026